Sikap Overprotektif Buruk Bagi Anak ~ Maraknya kasus penculikan yang terjadi pada anak, kerap membuat orang tua khawatir berlebihan. Akibatnya, orang tua cenderung over protektif atau berlebihan dalam mengawasi anak-anaknya.
Pola pengasuhan seperti itu, menurut Psikolog, Ida Sriwaty Sumarjo, M.Psi justru membuat anak tak nyaman dan akhirnya mencari cara untuk lepas dari pengawasan orang tua.
Wajar ketika orang tua ingin selalu melindungi anak, tapi mereka juga harus melihat bahwa anak membutuhkan sebuah kondisi untuk berkembang, tumbuh, menuangkan ide, dan berhubungan sosial diluar keluarga. Sehingga orang tua harus pandai melihat situasi.
Ida menggambarkan, orang tua yang terlalu protektif kerap menemani anaknya kemana pun pergi, bahkan melarang putra atau putrinya pergi jauh tanpa pengawasannya. Pada anak-anak usia bayi hingga sekolah dasar mungkin hal itu masih boleh dilakukan. Tetapi jika sang anak sudah beranjak remaja, pola pengasuhan seperti ini bisa memunculkan respon yang buruk dari anak.
Sebaiknya anak dari kecil sudah diajari batas-batas mana yang boleh dan tidak dilakukan beserta alasannya. Jadi ketika beranjak remaja, anak sudah mengerti dan orang tua harus memberikan kepercayaan kepada buah hatinya.
Salah satu dampak psikologi yang dialami anak, lanjut dia, anak menjadi tidak percaya diri karena selalu dilarang, anak akan menjadi orang yang tidak suka dengan tantangan karena takut mengalami kesalahan sehingga dia tidak bisa mengembangkan diri dalam masyarakat.
Seharusnya orang tua paham bahwa setiap anak harus melewati proses belajar, terutama saat anak melakukan kesalahan pertama kali. Kemudian orang tua juga tidak boleh langsung memberikan teguran keras.
Sumber : Google
loading...

0 Response to "Sikap Overprotektif Buruk Bagi Anak"
Post a Comment